a.
Fungsi Fisik
Menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dari erosi (abrasi) dan intrusi air laut,
peredam gelombang dan badai, penahan lumpur, penangkap sedimen, pengendali banjir,
mengolah bahan limbah, penghasil detritus, memelihara kualitas air, penyerap CO2 dan
penghasil O2 serta mengurangi resiko terhadap bahaya tsunami. Irawan (2005) melaporkan
bahwa keberadaan hutan mangrove dapat memperkecil resiko akibat dampak tsunami di
Propinsi Nangroe Aceh Darusalam. Daerah-daerah yang memiliki front zonasi mangrove
kerusakannya tidak terlalu parah jika dibandingkan dengan daerah yang tidak memiliki front
hutan mangrove. Adanya perubahan lingkungan ekosistem wilayah pesisir laut secara tidak
langsung akan mempengaruhi sistem komunitas yang berada di dalamnya, termasuk terhadap
keanekaragaman jenis dan struktur komunitas yang berada dalam ekosistem tersebut.
b.
Fungsi Biologis
Merupakan habitat/ tempat tinggal, tempat asuhan dan pembesaran (nursery ground),
daerah untuk mencari makan (feeding ground) dan daerah pemijahan (spawning ground) bagi
organisme/ berbagai biota laut yang hidup di padang lamun ataupun terumbu karang.
Mangrove juga merupakan tempat bersarangnya burung, habitat alami bagi berbagai jenis
biota, sumber plasma nutfah (hewan, tumbuhan dan mikroorganisme) dan pengontrol
penyakit malaria.
c.
Fungsi Sosial Ekonomi
Sumber mata pencarian, produksi berbagai hasil hutan (kayu, arang, obat dan makanan),
sumber bahan bangunan dan kerajinan, tempat wisata alam, objek pendidikan dan penelitian,
areal pertambakan, tempat pembuatan garam dan areal perkebunan.
Kulit batang pohonnya dipakai untuk bahan pengawet dan obat-obatan. Macam-macam obat
dapat dihasilkan dari tanaman mangrove. Campuran kulit batang beberapa species mangrove
tertentu dapat dijadikan obat penyakit gatal atau peradangan pada kulit. Secara tradisional
tanaman mangrove dipakai sebagai obat penawar gigitan ular, rematik, gangguan alat
pencernaan dan lain - lain. Getah sejenis pohon yang berasosiasi dengan mangrove (blind-
your-eye mangrove) atau Excoecaria agallocha dapat menyebabkan kebutaan sementara bila
kena mata, akan tetapi cairan getah ini mengandung cairan kimia yang dapat berguna untuk
mengobati sakit akibat sengatan hewan laut.
Air buah dan kulit akar mangrove muda dapat dipakai mengusir nyamuk. Air buah tancang
dapat dipakai sebagai pembersih mata. Kulit pohon tancang digunakan secara tradisional
sebagai obat sakit perut dan menurunkan panas. Di Kambodia bahan ini dipakai sebagai
penawar racun ikan, buah tancang dapat membersihkan mata, obat sakit kulit dan di India
dipakai menghentikan pendarahan. Daun mangrove bila di masukkan dalam air bisa dipakai
dalam penangkapan ikan sebagai bahan pembius yang memabukkan ikan (stupefied).
Mangrove bukan sekedar pencegah abrasi. Ia bisa disulap menjadi beragam - ragam makanan.
Salah satunya getuk goreng. Mangrove juga dapat dibuat menjadi jenis produk yang lainnya
seperti dodol dan tape.
Apalagi, sebelumnya, para petambak Blanakan telah berhasil mengembangkan produk
minuman dari buah salah satu jenis mangrove, yakni Sonerratia caseolaris. Orang-orang
menamainya jus pidada. Diimbuhi gula dengan takaran yang pas, rasa minuman itu asem-manis
yang menyegarkan.
Ekosistem mangrove merupakan penghasil detritus, sumber nutrien dan bahan organik yang
dibawa ke ekosistem padang lamun oleh arus laut. Sedangkan ekosistem lamun berfungsi
sebagai penghasil bahan organik dan nutrien yang akan dibawa ke ekosistem terumbu karang.
Selain itu, ekosistem lamun juga berfungsi sebagai penjebak sedimen (sedimen trap) sehingga
sedimen tersebut tidak mengganggu kehidupan terumbu karang. Selanjutnya ekosistem
terumbu karang dapat berfungsi sebagai pelindung pantai dari hempasan ombak (gelombang)
dan arus laut.
NEWS
UCS (Ujungkulon Conservation Society)
Barcelona Square E9/53, Nusa Loka Sektor 14, BSD CITY, Tangerang Selatan - Indonesia.
Ph: (+6221) 531 53 008, Fax: (+6221) 531 57 299, Email: ucs@ucsindonesia.org
All content and images copyright of ucsindonesia.org - All Rights Reserved.

WELCOME
             TO UCS (UJUNGKULON CONSERVATION SOCIETY)
Be Part Of Our Nature Preservation Act
UCS
MANFAAT PENANAMAN MANGROVE
Selain membangun dam pemecah ombak, salah satu upaya alamiah yang bisa dilakukan untuk
mengatasi masalah abrasi adalah menanam pohon di sepanjang garis pantai. Mangrove merupakan
jenis tanaman dengan sistem perakaran yang kompleks, rapat, dan lebat, sehingga dapat
memerangkap sisa-sisa bahan organik dan endapan yang terbawa air laut dari bagian daratan.
Proses itu juga menyebabkan air laut terjaga kebersihannya dan dengan demikian memelihara
kehidupan padang lamun (seagrass) dan terumbu karang. Mangrove juga dapat membentuk
daratan karena endapan dan tanah yang ditahannya sehingga menumbuhkan perkembangan garis
pantai dari waktu ke waktu. Pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dan memberikan
kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup dan berkembang di wilayah daratan. Akar pohon
mangrove juga menjaga pinggiran pantai dari bahaya erosi dan diharapkan bisa ikut mengatasi
buruknya ekosistem di wilayah pantai dan tambak.
Dalam jangka panjang penanaman Mangrove untuk jenis tertentu (misalnya: mangrove jenis TUMU)
juga diharapkan bisa membawa manfaat bagi para pengrajin batik di Indonesia, yaitu dengan
menggunakan daunnya sebagai salah satu bahan pewarna batik. Kerimbuhan hutan mangrove
kemudian mengundang kedatangan satwa untuk berlindung, mencari makan dan berkembang biak,
mulai dari kepiting raksasa, udang, kerang, ikan, biawak, buaya, tawon sengat, monyet, burung
bangau hingga bagi hutan. Selain itu hutan mangrove ini juga nyaman bagi koloni lebah madu.
FUNGSI HUTAN MANGROVE
JENIS-JENIS MANGROVE
Aegiceras corniculantum
Rhizopora lamarckii
Avicennia officinalis
Aegiceras floridum
Heritirea littoralis
Bruguiera gymnorrhiza
Bruguiera cylindrical
Avi cen ni a al ba
Avicennia marina
Avicennia lanata
Bruguiera cylindrical
Rhizopora apiculata
Pemphis acidula
Xylocarpus moluccensis
Rhizopora stylosa
Lumnitzera racemosa
Xylocarpus rumphii
Avicennia officinalis
Ceriops tagal
lLumnitzera littorea
Bruguiera sexangula
Sonneratia caseolaris
Ceriops decandra
Sonneratia alba
Lumnitzera racemosa
Rhizopora mucronata
Bruguiera parviflora
Excoecaria agallocha
Xylocarpus granatum
Nypa fruticans
Osbornia octodona
Referensi
<http://puloseribu.com>
<http://blogldii.wordpress.com>
<http://oryza-sativa135rsh.blogspot.com>
<http://bataviase.co.id>
<http://www.scribd.com>