Sebagai tempat hidup/ habitat bagi sejumlah spesies yang terancam punah seperti kima
raksasa dan penyu laut.
Sebagai tempat tinggal, berkembang biak, dan mencari makan ribuan jenis ikan, hewan,
tumbuhan dan makanan laut lainnya yang mengandung protein tinggi, yang banyak
dibutuhkan manusia dalam bidang pangan dan menjadi tumpuan kita.
Sebagai sumberdaya laut yang mempunyai nilai potensi ekonomi yang sangat tinggi dan
menjadi penghasilan bagi nelayan (tangkapan ikan).
Sebagai kekayaan pariwisata, wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya yang
berdaya jual tinggi.
Masyarakat disekitar terumbu karang dapat memanfaatkan hal ini dengan mendirikan pusat-
pusat penyelaman, snorkeling, memancing, restoran, penginapan sehingga pendapatan
mereka bertambah.
Terumbu karang merupakan potensi masa depan untuk sumber lapangan kerja bagi rakyat
Indonesia.
Sebagai laboratorium alam untuk pendidikan dan penelitian.
Sebagi sumber kekayaan laut yang bisa digunakan sebagai obat-obatan alami, pemanfaatan
biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.
Secara tradisional dapat digunakan sebagai bahan bangunan karena mengandung kapur.
Demikian pula pasir yang diambil dari ekosistem terumbu karang digunakan sebagai bahan
campuran semen. Kerang atau tiram raksasa diambil cangkangnya untuk dijadikan bahan
pembuat lantai bangunan.
NEWS
UCS (Ujungkulon Conservation Society)
Barcelona Square E9/53, Nusa Loka Sektor 14, BSD CITY, Tangerang Selatan - Indonesia.
Ph: (+6221) 531 53 008, Fax: (+6221) 531 57 299, Email: ucs@ucsindonesia.org
All content and images copyright of ucsindonesia.org - All Rights Reserved.

WELCOME
             TO UCS (UJUNGKULON CONSERVATION SOCIETY)
Be Part Of Our Nature Preservation Act
UCS
MANFAAT PENANAMAN TERUMBU KARANG
Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam, baik secara ekologi maupun ekonomi. Manfaat terumbu karang secara langsung:
MANFAAT TERUMBU KARANG SECARA TIDAK LANGSUNG:
Dari segi fisik, terumbu karang berfungsi sebagai pelindung/ penahan pantai dari erosi dan
abrasi. Struktur karang yang keras dapat menahan gelombang, ombak laut, maupun arus
sehingga mengurangi abrasi pantai dan mencegah rusaknya ekosistem pantai lain seperti
padang lamun dan mangrove.
Sebagai sumber keanekaragaman hayati.
MANFAAT BERKELANJUTAN:
Perikanan lepas pantai. Berbagai sumberdaya ikan pelangis (mis. Scombridae, Exocoetidae,
Carangidae, Characharinidae) bergantung pada ekosistem terumbu karang, baik sebagai lokasi
memijah, membesarkan anak, dan makan.
Perikanan terumbu. Empat kelompok sumberdaya ikan terumbu yang penting bagi nelayan:


Manfaat terumbu karang sebagai daerah tangkap ikan (fishing ground) nelayan tradisional
1.
Ikan, mis. Muraenidaem Serranidae, Holocentridae, Lutjanidae, dll
2.
Avertebrata, mis. Gastropoda, Bivalva, Krustasea, Cephalopoda, Ekhinodermata, Coelenterata
3.
Reptil, mis. Ular laut dan penyu
4.
Makrofita, mis. Alga dan lamun
1.
Perlindungan pantai dan pulau kecil
2.
Wisata bahari
3.
Marikultur
4.
Bioteknologi
5.
Perdagangan biota ornamental
6.
Wilayah perlindungan
7.
Penambangan pasir karang
8.
Kerajinan souvenir
9.
Penelitian dan pendidikan
MANFAAT YANG TIDAK BERKELANJUTAN:
Aktivitas ekstratif
Perikanan dengan metode destruktif
Pengumpulan organism terumbu
Perdagangan biota ornamental
Pembangunan persisir
Manfaat terumbu karang dapat berkurang atau bahkan musnah apabila di wilayah pesisir
terdapat aktivitas pembangunan yang tidak ramah lingkungan
Peranan terumbu karang terhadap system perikanan. Terumbu karang merupakan ekosistem
laut yang paling produktif dan tinggi keanekaragamanhayatinya.
Produktivitas primer yang tinggi dan kompleksnya habitat yang terdapat di ekosistem terumbu
karang memungkinkan daerah ini berperan sebagai tempat pemijahan, tempat pengasuhan dan
tempat mencari makan berbagai spesies ikan dan biota laut lainnya. Dengan demikian, secara
otomatis produksi sekunder (ikan dan biota laut lain) di daerah terumbu karang juga sangat
tinggi.
Komunitas ikan di ekosistem terumbu karang terdapat dalam jumlah yang besar dan terlihat
mengisi seluruh daerah di terumbu, sehingga dapat dilakukan bahwa ikan merupakan
penyokong berbagai macam hubungan yang ada dalam ekosistem terumbu. Tingginya
keanekaragaman jenis dan kelimpahan komunitas ikan di ekosistem
Selain keanekaan relung hidup yang tinggi, ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan yaitu tingkat
spesialisasi yang tinggi dari tiap spesies. Banyak spesies ikan yang memiliki kebutuhan yang sama
sehingga terdapat persaingan aktif, baik antara spesies yang berbeda maupun antara spesies yang
sama. Persaingan ini kemudian menuju pada pembentukan relung ekologi yang lebih sempit lagi.
Dengan demikian, di ekosistem terumbu karang seringkali terlihat bahwa pergerakan banyak spesies
ikan sangat terlokalisasi, terbatas pada daerah-daerah tertentu, dan terdapat perbedaan yang nyata
antara ikan-ikan yang aktif di malam dan siang hari.

Sejumlah spesies ikan pelagis tergolong piscivor (pemangsa ikan-ikan lain), seperti hiu, kerapu, kuwe,
dan kakap. Umumnya ikan-ikan piscivor berukuran besar, baik yang hidupnya di lingkungan pelagis
maupun terkait erat dengan terumbu (kerapu), memiliki nilai ekonomis penting dan menjadi target
utama dalam kegiatan perikanan tangkap. Komunitas ikan piscivor sangat bergantung pada
keberadan terumbu karang, baik untuk memijah atau bertelur, membesarkan larva dan juvenilnya,
serta mencari makan. Dapat terlihat bahwa komunitas ikan piscivor tergolong sebagai top predator di
ekosistem terumbu karang. Selain ikan piscivor, jenis ikan lain yang juga menjadi target tangkapan
nelayan adalah ikan planktivor (pemakan plankton), terutama dari famili Caesionidae (ikan ekor
kuning).
Referensi
<http://id.wikipedia.org>
<http://medanbung.wordpress.com>
<http://geo.ugm.ac.id>
<http://www.terangi.or.id>
<http://netsains.com>
<http://docs.google.comucJZ89VGE3K6jURs0ni33Er1OJJlVB6&sig=AHIEtbRCNgZJz5mEdcZ3g-O-hPbA6iD8oA>